Karakteristik Seorang Pembelajar Dr. Fahruddin Faiz

“setiap orang bisa menjadi guru, dan setiap rumah bisa menjadi sekolah” – Ki Hajar Dewantara

Rasanya kutipan tersebut harus selalu diingat bagi siapapun yang menjadikan kehidupan sebagai pelajaran. Semakin berkembangnya zaman, tidak hanya mengubah tentang teknologi tapi juga mindset. Saat ini kita dituntut untuk berpikir maju ke depan dengan sudut pandang yang lebih luas dan terbuka. Kita boleh saja belajar dari negeri manapun atau teori dari ilmuwan mana yang mau kita jadikan pedoman. Namun perlu dipahami, setinggi apapun Pendidikan atau berapa banyak gelar yang diraih. Jangan sampai kita melupakan jati diri sebagai individu, seorang muslim dan bagian dari Bangsa Indonesia.

Didalam sebuah kanal Youtube ada kajian menarik dari seorang filsuf Indonesia Dr. Fahruddin Faiz. Beliau memberikan penjelasan terkait pentingnya menjadi seorang yang berilmu. Orang-orang yang duduk dibangku sekolah haruslah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu bukan semata untuk mendapatkan selembar Ijazah sebagai tujuan. Orang yang berilmu hidupnya akan tentram, dengan ilmunya karamah atau keberkahan itu akan datang. Mereka yang terus belajar akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya seperti beasiswa Pendidikan, pengalaman atau kerjaan yang baik.

Mangkunegara kaping sekawan mengingatkan 3 karakter utama yang harus dimiliki bagi pencari ilmu. Dr. Fahruddin Faiz dalam kajiannya menjelaskan ketiga karakter tersebut, yaitu:

1    1. Lilo

Lilo itu lilo lamun kelangan nora gegetun, yang artinya rela apabila kehilangan, tidak larut dalam kecewa. Pencari ilmu harus memiliki  kerelaan atau seseuatu yang dikorbankan. kIita tak boleh larut dalam kecewa yang berkepanjangan, hati selalu teringat akan yang hilang itu sehingga tak lagi mampu berpikir jernih dan bertindak bijak.

Ketika orang-orang menghabiskan waktu istirahat dengan tidur atau bermain game maka dia menggunakan waktunya untuk belajar. Memilih membeli buku dari pada membeli satu slop rokok saat memiliki uang. Ceritanya dulu tidak punya uang untuk membeli buku, sekarang bisa beli buku yang mana saja tapi tidak punya waktu untuk membacanya. Itulah ujian para pencari ilmu.


2. Trimo

Trimo itu trimo yen lamun ketaman sakserik sameng dumadi. Artinya menerima bila mendapat
perlakuan yang menyakitkan hati dari orang lain. Orang yang mencari ilmu harus diperbesar lagi rasa sabarnya, miliki rasa terima (ridho) ketika mendapatkan perlakuan kurang baik. Namun bukan berarti kita menerima begitu saja bila hati kita disakiti orang lain, melainkan lebih bermakna bahwa kita jangan sampai sakit hati hanya karena perlakuan orang lain. Hati kita harus kuat dan besar, agar tidak mudah tersakiti.

 

3.  Legowo

Legowo itu legowo nalangsa srah ing Bathara, memiliki arti bahwa harus ikhlas menyerahkan kepada Tuhan. Ini berkaitan dengan setiap usaha dan amalan kita sehari-hari. Jangan terlalu berharap dan panjang angan. Teruslah mencari ilmu, karena kita tak tahu apa yang sesungguhnya baik untuk kita. Maka dalam segala hal kita harus mengikhlaskan setiap usaha kita, seraya dengan penuh kerendahan (nalangsa) menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

 

        Demikianlah tiga hal utama yang dapat menjadi pegangan bagi para penuntut ilmu. Semangatlah mencari Ilmu sebab Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan beriman berdasarkan ilmu dan keimanan yang Allah berikan pada mereka. Ayo, belajar dan mengajarkan supaya ilmunya, bermanfaat.


0 komentar