Pertama-tama aku
bersyukur sekali karena sebelum lulus kuliah, aku memiliki tempat untuk
mengabdi dan berproses. Karena di semester akhir, aku benar-benar berpikir
apakah harus berjalan sebagai seorang pendidik atau diluar dari itu. Aku
sendiri pernah merasakan takut karena merasa belum siap bekerja, belum siap
pula jika harus benar-benar terjun sebagai seorang guru dan mengajar di sebuah
sekolah dasar.
Beberapa kali aku ikut pengabdian mengajar di desa bersama rekan organisasi Cempaka (Cendekiawan Muda Pergerakan) di daerah perantauan namun masih belum cukup percaya diri di kampung sendiri. Selama 4-6 bulan aku sesekali harus bolak balik ke kampus dan beraktivitas di Tangerang. Itu perjuangan yang cukup membanggakan bagiku, bahkan penghasilan yang aku terima di tempat mengajar saat itu hanya cukup biaya transportasi pulag pergi dari rumah.
Menjadi guru bukan hanya
tentang mengajar dan bertemu siswa saja, tapi bertemu sesama rekan guru, wali
murid dan warga sekolah lain. Aku harus pandai dalam bersosialiasi dan menjaga
hubungan semuanya. Saat aku bergabung sebagai tutor Homeschooling dan
Pengurus PKBM, aku belajar sekaligus praktik mengajar secara professional.
Salah satu alasan aku mau
bergabung sebagai Tim dari Kak Fadhil karena aku yakin ini bisa jadi awal untuk
berproses menjadi guru yang sesungguhnya. Aku benar-benar memulai dari awal tanpa
ada relasi dari keluarga atau teman sebelumnya. Aku merasa bangga karena
akhirnya bisa mandiri dalam memulai karir sebagai guru.
Di Homeschooling dan
PKBM, aku menemukan berbagai macam karakter murid dan warga belajar. Pengalaman
aku mengajar anak-anak yang memiliki bakat khusus itu sangat luar biasa, aku
bertemu Vina yang berbakat dalam menggambar namun cenderung tak banyak bicara.
Aku bertemu Khonsa yang bercita-cita menjadi juru masak dan Youtuber namun
memiliki jiwa pemalu. Aku bertemu Raisa yang ingin belajar namun memiliki
keluarga yang kurang support untuk menghantarkan ke tempat belajarnya. Serta
dua anak lainnya yang juga memiliki hal menarik dalam hidupnya.
Perasaan aku sangat
merasa senang Ketika untuk pertama kalinya, mengajar warga belajar sebutan bagi
yang mengikuti program sekolah paket. Aku merasa seperti seorang dosen yang
memberikan materi kepada mahasiswanya, tipe warga belajarnya juga sangat
beragam. Bahkan ada yang usianya jauh lebih tua, lebih muda bahkan seusia pun ada. Karena memang yang belajar adalah usia dewasa, maka aku melakukan
pendekatan seperti teman diskusi.
Aku juga belajar tentang
mengatur sebuah lembaga. Alhamdulilah, aku di percaya sebagai Bendahara dan
admin dalam mengelola keuangan dan sebagian program yang dijalankan untuk siswa
Homeschooling dan PKBM. Pada akhirnya aku merasa telah mencapai goal
ketika PKBM ini telah terdaftar di dapodik. Setelah berbagai proses, rasa sabar, tanggungjawab, dan perdebatan bersama tim hebat adalah pengalaman yang luar
biasa.
Dari sini aku mulai
merencanakan target selanjutnya, satu tahun aku di PKBM untuk pembentukan
karakter, sosialisasi dan teman baru. Dan akhirnya aku memutuskan untuk
meningkatkan kapasitas diri dengan mengajar di Swasta pada tahun berikutnya.
Terima kasih untuk orang-orang hebat telah mengajariku banyak hal.
With love,
RAA




0 komentar